BKPM Pentingkan After Care Service Guna Menjaga Loyalitas Investor

(Beritadaerah – Jakarta) Dalam upaya meningkatkan investasi Jepang di Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Kantor IIPC Tokyo bekerjasama dengan KBRI Tokyo dan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) menyelenggarakan seminar bertajuk investasi di Tokyo dan Nagoya. Dari rangkaian seminar ini diharapkan dapat memberikan informasi terbaru seputar peluang investasi, regulasi, dan fasilitas perpajakan terhadap investor loyal jepang.

Karakteristik investor negara Asia Timur berbeda dengan investor negara lain, mereka cenderung disiplin, teliti, dan well prepared ketika memutuskan untuk berinvestasi, hal tersebut disampaikan oleh Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi.

Lebih lanjut disampaikan oleh Imam bahwa kegiatan after care semacam ini dapat menjaga loyalitas investor Jepang dan akan berdampak baik bagi pandangan investor Jepang terhadap Indonesia ditengah persaingan dengan negara kompetitor seperti Vietnam, Kamboja, Thailand dan Malaysia.

“Promosi yang baik adalah promosi yang tidak hanya menyasar kepada investor baru, tetapi juga harus pro-active dan dapat memberikan kepuasan kepada para loyal investor yang sudah berinvestasi lama di Indonesia. Dengan terus diberikan perhatian dan informasi, selain dapat membuka peluang ekspansi usaha, para loyal investor ini akan bicara di komunitas bisnis mereka dan mempromosikan Indonesia sebagai tempat yang nyaman berinvestasi. Terlebih investor jepang, yang sangat senang didatangi dengan personal approach” jelas Imam dalam keterangan persnya kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (28/8).

Imam menambahkan dalam berbagai kesempatan Kepala BKPM Tom Lembong menekankan pentingnya after care service, pro-active dan being approacheable terhadap para investor. Disamping harus jujur dalam melakukan promosi dan memberikan informasi terkini terkait berbagai peluang investasi kepada investor, tapi juga menyampaikan kendala – kendala yg mungkin akan dihadapi oleh investor.

Para peserta yang hadir dalam seminar tersebut mayoritas merupakan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang industri otomotif, spare part kendaraan bermotor, aerospace, petrokimia, industri makanan dan minuman, serta industri kreatif. Kegiatan Seminar Investasi dibuka oleh Duta Besar RI di Tokyo yang memaparkan perbaikan iklim investasi dalam lima tahun terakhir. Pembicara dalam seminar ini juga ada dari perwakilan MUFG Bank Jakarta dan Japan Indonesia Association (JAPINDA).

Menurut data BKPM, Jepang merupakan negara investor kedua terbesar di Indonesia dalam kurun waktu 2014 – Triwulan II 2019, dengan total realisasi investasi mencapai USD 23,3 miliar. Investasi asal Jepang didominasi sektor peralatan transportasi dan transportasi lainnya (28%); listrik, gas dan air (22%); perumahan, kawasan industri dan perkantoran (10%); serta mesin, elektronik, peralatan kesehatan, optik (7%). Wilayah terbesar berada di Pulau Jawa (94%) dan Sumatera (5%).

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.