KEK di Pulau Jawa Akomodasi Investasi Industri Berbasis Teknologi Tinggi

(Beritadaerah – Jakarta) Pemerintah terus mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru, terutama yang telah memiliki industri existing dan kawasan Timur Indonesia. Hal tersebut sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan daya saing ekonomi melalui peningkatan investasi,

Peluang pengembangan KEK tidak hanya dilakukan di luar Jawa, namun bila memungkinkan dilakukan juga di Jawa, dengan kriteria harus dipenuhi antara lain fokus pada industri berorientasi ekspor, menghasilkan produk substitusi impor baik itu bahan baku maupun barang setengah jadi, serta berbasis teknologi tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, di Jakarta (23/7).

“Pembangunan KEK di luar Jawa diarahkan pada sektor manufaktur berbasis sumber daya alam. Sedangkan, pembangunan KEK di Pulau Jawa untuk mengakomodasi investasi industri yang berbasis high technology,” kata Airlangga Hartarto yang dikutip laman Kemenperin, Rabu (24/7).

Menperin menuturkan, pemerintah sedang melakukan kajian lokasi yang berpotensi dijadikan KEK industri di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk rencana pengembangan KEK di Pulau Jawa terkait dengan beberapa sektor yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0.

Airlangga mengungkapkan, diusulkannya Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai KEK dengan dasar untuk mengakomodasi permintaan para pelaku industri. Selama ini, industri berbasis teknologi tinggi banyak berpusat di Karawang, Jawa Barat.

Ditambahkan oleh Airlangga, sudah ada beberapa investor yang tertarik membangun industri di kedua wilayah tersebut, di antaranya industri otomotif, tekstil, elektronika serta komponennya.

Airlangga menyebut, pengembangan KEK di Pulau Jawa sekaligus difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemerintah telah menginisiasi beberapa program untuk peningkatan kompetensi SDM, antara lain pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.

Menurut data dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, saat ini sudah ada 12 KEK yang berjalan dengan komitmen investasi mencapai Rp104,54 triliun, yakni KEK Sei Mangkei, Tanjung Lesung, Mandalika, Palu, Bitung, Morotai, Tanjung Api-Api, Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Tanjung Kelayang, Sorong, Arun Lhokseumawe, dan Galang Batang. Dari 12 KEK tersebut 8 KEK Industri dan 4 KEK Pariwisata. Dari 8 KEK Industri 2 diantaranya dalam tahap pembangunan yakni KEK Sorong, dan Tanjung Api-Api. Sedangkan 4 KEK Pariwisata yakni Tanjung Lesung, Mandalika, Tanjung Kelayang, dan Morotai.

Handi Fu/Journalist/BD 
Editor: Handi Fu

 

 

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).