Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor (Foto : Rully/Vibizmedia)

Indonesia – UEA Kerja Sama Kembangkan Sektor Pariwisata

(Beritadaerah – Jakarta) Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan melakukan kunjungannya ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo membahas kerja sama antara kedua negara. Ada 12 kesepakatan salah satunya secara khusus membahas kerja sama terkait pengembangan pariwisata.

Kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi ini sekaligus adalah kunjungan balasan kenegaraan yang pernah dilakukan Presiden Jokowi sebelumnya. Pada September 2015, Presiden Jokowi sempat berkunjung ke Abu Dhabi setelah sebelumnya melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi.

Kerjasama kedua belah negara tersebut tertuang dalam nota kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengembangkan sektor pariwisata. Nota kesepahaman itu ditandatangani Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya dan Menteri Perekonomian UEA Sultan Al Mansoori dan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo serta Putra Mahkota UEA Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Bogor, Rabu (24/7).

“Ini merupakan hal yang menggembirakan. Kerja sama ini sangat strategis untuk pengembangan pariwisata Indonesia. Apalagi Inisiatif MoU diusulkan oleh UEA, yang membuktikan sektor pariwisata Indonesia sangat menjanjikan,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Kamis (25/7).

Lingkup kerja sama MoU ini kemudian menjadi pendorong pengembangan pariwisata di Indonesia. Terutama dalam hal pemasaran, pengembangan destinasi, pengembangan SDM, penelitian dan pengembangan pariwisata, serta pengembangan kerja sama dengan swasta di bidang pariwisata.

Hingga saat ini pariwisata menjadi salah satu sektor di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan investasi tercepat. Ladang investasinya pun sangat luas dengan angka investasi mencapai Rp500 triliun.

Indonesi juga sedang mengembangkan 10 Destinasi Prioritas yang sangat potensial pertumbuhannya yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. Selain itu juga ada 5 Destinasi Unggulan yang juga siap dikembangkan antara lain Tanjung Gunung Bangka, Sungai Liat Bangka, Sukabumi, Pangandaran, serta Likupang di Minahasa Utara.

Handi Fu/Journalist/BD 
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).