Ilustrasi: Industri Tekstil

Nilai Ekspor TPT Tahun 2019 Ditarget Capai 15 Miliar Dollar

(Beritadaerah – Ekonomi) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mentargetkan nilai ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sepanjang 2019 ini akan menembus USD 15 miliar. Target tersebut meningkat dibanding realisasi tahun lalu sebesar USD 13,27 miliar.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Muhdori dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/2019), menyatakan bahwa industri TPT nasional masih tumbuh dengan baik dan surplusnya signifikan. Kemenperin mencatat kinerja ekspor industri TPT nasional dalam kurun tiga tahun terakhir terus menanjak. Pada 2016, berada di angka US$ 11,87 miliar kemudian di 2017 menyentuh US$ 12,59 miliar dengan surplus US$ 5 miliar. Tren ini berlanjut sampai dengan 2018 dengan nilai ekspor US$ 13,27 miliar.

Pada periode Januari-Mei 2019, ekspor produk TPT nasional tercatat sebesar US$ 5,63 miliar atau naik dibanding capaian di periode yang sama tahun lalu di angka US$ 5,61 miliar. Komposisi produk yang diekspor mayoritas berupa pakaian jadi (63,1%), benang, serat dan kain.

Untuk mencapai target ekspor tahun 2019 ini, dibutuhkan penambahan investasi baru dan ekspansi di setiap sektor industri TPT. Peningkatan kapasitas diharapkan dapat menimbulkan efek ganda, yaitu penurunan impor melalui substitusi impor dan dukungan terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Kami memproyeksi nilai investasi yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tersebut, yakni sebesar Rp74,5 triliun. Dari investasi ini, kami memperkirakan tenaga kerja yang diserap sektor industri TPT bisa mencapai 4,11 juta orang,” paparnya.

Muhdori optimistis, industri TPT nasional semakin kompetitif di kancah global karena telah memiliki daya saing tinggi. Hal ini didorong lantaran struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya juga dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

“Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri TPT merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang sedang diprioritaskan pengembangannya sebagai sektor pionir dalam penerapan industri 4.0,” imbuhnya.

Aspirasi besar yang akan diwujudkan Indonesia adalah menjadikan industri TPT nasional masuk jajaran lima besar perusahaan kelas dunia pada tahun 2030.

Sampai saat ini, potensi industri TPT nasional didukung dari sektor hulu, yakni sebanyak 33 industri dengan kapasitas produksi 3,31 juta ton per tahun. Kemudian di sektor antara, ditopang melalui 294 industri untuk pemintalan (spinning) dengan kapasitas produksi 3,97 juta ton per tahun, kemudian ditunjang pula dari sektor weaving, dyeing, printing dan finishing sebanyak 1.540 industri skala besar serta 131 ribu industri kecil dan menengah (IKM) dengan total kapasitas produksi 3,13 juta ton per tahun.

Di sektor hilir, terdapat produsen pakaian jadi dengan jumlah 2.995 industri skala besar dan 407 ribu IKM. Total kapasitas produksi mencapai 2,18 juta ton per tahun. Adapun produsen tekstil lainnya dengan jumlah 765 industri dan kapasitas produksi 0,68 juta ton per tahun.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.