“Ini Bukanlah Tentang Aku Atau Kamu”

(Beritadaerah – Kolom) Judul kalimat diatas adalah penggalan dari penutup pidato presiden RI terpilih Joko Widodo yang lengkapnya: Ini bukanlah tentang aku atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Joko Widodo menggarisbawahi bahwa seluruh perjalanan kepimpinannya ke depan tidaklah akan sulit bila seluruh bangsa ini bersatu, kita mampu jika kita bersatu! Persyaratan ini memiliki pengharapan saat menyaksikan jabat tangan, saling peluk dilakukan oleh Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di stasiun MRT Jakarta, setelah melewati berbulan-bulan perang hoaks, fitnah dan caci-maki.

Jokowi dalam pidato selama dua puluh tiga menit yang saya dengar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor menggunakan kata “kita” sebanyak 60 kali sesuai word count yang menghitung jumlah kata terbanyak yang dipakai. Jokowi mau menekankan persatuan didalamnya, pidato presiden terpilih ini membawa pesan bahwa yang paling utama adalah Indonesia, memandang masa depan bersama, sebab memang apa gunanya bertikai dalam satu rumah Indonesia. Jokowi mengajak bangsa Indonesia menghapuskan polarisasi yang terjadi dan menjadikan Pancasila sebagai pengikat untuk menatap dan menapaki Indonesia maju.

 

Kata “Indonesia” sendiri muncul 23 kali sebagai salah satu kata terbanyak yang disampaikan Jokowi, Indonesia menjadi sentral dari pemikiran Joko Widodo ke depan, dan melihat bagaimana reaksi publik yang mendengarnya di SICC pada saat pidato disampaikan, menunjukkan antusias dan harapan besar kepada apa yang disampaikan oleh presiden terpilih Joko Widodo. Memang pidato Jokowi ini seakan berbeda dari pidato yang sebelumnya, saya merasakan kerasnya pesan yang disampaikan, kata hajar bahkan sempat dikeluarkan Joko Widodo untuk menekankan bagaimana ia akan melakukan perlawanan pada penghalang kemajuan Indonesia. Jokowi menggunakan kata-kata “kita harus” sebanyak 16 kali, terkandung disana semangat yang dipompakan untuk jangan kalah dengan keadaaan ataupun tantangan yang dihadapi.

Jokowi menggunakan juga kata “tidak ada lagi” ini tersirat banyak harapan agar terjadi pembaharuan di Indonesia. Dari lima tahapan yang dibangun semuanya membangun cita-cita supaya “tidak ada lagi!” .Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan. Bahkan dalam etos kerja bangsa Indonesia Jokowi menyampaikan, Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman.

“Ini bukan tentang aku atau kamu” memang merupakan kalimat yang menjadi pengikat bahwa Indonesia maju adalah dambaan semuanya dan mimpi besar itu disampaikan oleh Jokowi dalam kalimat: Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

 

 

 

 

 

 

About Fadjar Dewanto

Partner in Business Advisory Vibiz Consulting, Advisor LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah) who is active as editor and a columnist on Vibiz Media Network and especially on Leadership update.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.