Kementerian ESDM : 12 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Siap Beroperasi

(Beritadaerah – Jakarta) Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memimpin rapat terbatas di  Kantor Presiden, Jakarta (16/7), membahas perkembangan dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tanah air. Dalam rapat tersebut Presiden Jokowi mengingatkan, semangat dari pembangunan PLTSa ini tidak hanya terletak pada urusan penyediaan listrik semata. Namun, jauh lebih besar dari itu, pemerintah hendak membenahi salah satu permasalahan klasik yang biasa ditemui di kota-kota besar, yakni soal manajemen sampah.

Sebagai bentuk tanggung jawab menyediakan energi terbarukan berbasis biomassa setempat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus terlibat aktif dalam usaha percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Melalui kebijakan ini, selain tercipta penyediaan energi listrik secara terjangkau juga sekaligus dapat memperbaiki kualitas lingkungan.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam berbagai kesempatan menyampaikan dukungan Kementerian ESDM berupa implementasi program waste to energy. Membangun PLT Sampah bertujuan untuk membersihkan sampah itu sendiri. Nilai ekonomi dari listrik yang dihasilkan adalah bonus yang patut disyukuri. Kementerian ESDM sendiri berkomitmen, terhitung sejak tahun 2019 hingga 2022 mendatang, terdapat 12 (dua belas) PLTSa yang bakal siap beroperasi.

“Sesuai rencana, 12 pembangkit tersebut akan mampu menghasilkan listrik hingga 234 Megawatt (MW) dari sekitar 16 ribu ton sampah per hari,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi yang dikutip laman ESDM, Kamis (18/7).

Untuk wilayah Jawa Timur yakni PLTSa Surabaya (10 MW) akan menjadi kota pertama yang mengoperasikan pembangkit listik berbasis biomassa tersebut dari volume sampah sebesar 1.500 ton/hari dengan nilai investasi sekitar USD 49,86 juta.

Lokasi PLTSa kedua berada di Bekasi, Jawa Barat. PLTSa tersebut punya investasi USD 120 juta dengan daya 9 MW. Selanjutnya, ada tiga pembangkit sampah yang berlokasi di Surakarta (10 MW), Palembang (20 MW) dan Denpasar (20 MW). Total investasi untuk menghasilkan setrum dari tiga lokasi yang mengelola sampah sebanyak 2.800 ton/hari sebesar USD 297,82 juta.

Sisanya, DKI Jakarta sebesar 38 MW dengan investasi USD 345,8 juta, Bandung (29 MW – USD 245 juta), Makassar, Manado dan Tangerang Selatan dengan masing-masing kapasitas sebesar 20 MW dan investasi yang sama, yaitu USD 120 juta.

Dari 12 usulan pembangunan PLTSa yang ada, 4 di antaranya memiliki perkembangan yang cukup baik dan menunggu penyelesaian di tahun ini diantaranya Surabaya, DKI Jakarta, Bekasi, dan Solo. Bahkan, pembangunan PLTSa di kota-kota tersebut dimonitor langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.