Ilustrasi : Produksi petani garam Indramayu, Jawa Barat (Foto: Kemkominfo)

Produksi Garam Melimpah Di Indramayu, Perlu Bantuan Pemerintah

(Beritadaerah – Info Daerah) Kabupaten Indramayu – Jawa Barat memiliki lahan tambak garam di beberapa lokasi yang selama ini menjadi penghasilan penduduk setempat, salah satunya berada di Desa Muntur Kecamatan Losarang. Total masyarakat dengan presentasi lahan tambak garam yang dimilikinya rata-rata semenjak awal Januari hingga Juli produksi garam yang dihasilkan mencapai hampir 600 ton.

Proses kristalisasi garam di tambak-tambak garam Desa Muntur Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu masa ini menghasilkan produksi garam yang melimpah, akibat panjangnya cuaca kemarau bulan-bulan ini.

Salah seorang petani garam desa setempat yang sedang melakukan proses produksi garam, Minggu (14/7/2019), mengeluhkan bahwa para petani secara keseluruhan memproduksi garam mencapai 600 ton. Namun karena terus berproduksi di  musim kemarau yang panjang maka produksi garam jadi berlimpah dan berpengaruh pada harga jual di pasaran, tidak seimbang dengan Harga Pokok Pemerintah.

“Kami bahagia sebagai petani garam karena produksi garam hasil kristalisasi meningkat beberapa ton. Tetapi kami sedih juga karena HPP garam kecil. Inilah kami sebagai petani garam ternyata perhatian pemerintah tidak selaras dengan janjinya,” paparnya.

Memasuki setengah tahun Kalender 2019 untuk para petani garam dalam menjual garamnya hanya berkisaran harga Rp. 2.500 perkilogram di sejumlah tengkulak garam, dengan kondisi itu tidak pernah adanya peningkatan harga HPP semenjak tahun sebelumnya.

“Semenjak awal tahun HPP garam tidak pernah meningkat,” tambahnya. Petani ini berharap peran serta pemerintah pusat untuk membantu mengatasi permasalahan produksi garam di Desa Muntur Kabupaten Indramayu ini.

Agus Purba/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani