Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo dan Konsul Jenderal Kehormatan Seychelles, Nico Barito di Kantor Kemendes PDTT di Jakarta (18 Juni). Foto: Kominfo

Kemendes PDTT Jalin Kerjasama Dengan Seychelles Dalam Pengembangan Pariwisata

(Beritadaerah – Nasional) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menerima kunjungan Konsul Jenderal Kehormatan Republik Seychelles, Nico Barito di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Rabu (18/4/).

Dalam pertemuan ini mendiskusikan peluang kerjasama dengan Seychelles, Negara yang terdiri dari 115 pulau di Samudera Hindia,  dalam rangka peningkatan perekonomian daerah tertinggal, khususnya di wilayah pesisir berbasis pantai dengan memberdayakan kearifan lokal di wilayah tersebut.

Menteri Desa PDTT juga akan mengirim beberapa kepala desa dan penggiat desa untuk belajar pengelolaan pariwisata di Seychelles. “Kami akan kirim kepala desa dan pegiat desa, khususnya di daerah pesisir untuk belajar di Seychelles. Model pengelolaan pariwisata Seychelles bagus untuk dikembangkan di Indonesia,” ujarnya.

Kementerian Desa PDTT akan mengobservasi daerah-daerah mana yang bisa menjadi pilot project kerjasama dengan Seychelles. “Rencananya kepala desa yang dikirim yaitu yang daerahnya memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Seychelles yaitu daerah pesisir seperti Togean, Tojo Una una. Intinya pariwisata berbasis kearifan lokal untuk pengembangan ekonomi,” terangnya.

Duta Besar Seychelles Nico Barito mengatakan bahwa Seychelles mengembangkan pariwisata untuk kelas status ekonomi tinggi (seperti raja-raja). Ada homestay berstandar internasional yang dikelola masyarakat lokal juga.

Seychelles merupakan salah satu tujuan wisata terindah di dunia dengan  lautnya yang tenang, pantai yang bersih dengan gabungan pasir putih dan karang, serta penuh dengan resort dan perhotelan. Sektor pariwisata merupakan salah satu andalan utama bagi perekonomian Seychelles. Dalam rangka menarik lebih banyak devisa dari turisme, Seychelles menerapkan kebijakan foreign currency terhadap semua turis asing, yaitu mata uang Euro sebagai alat pembayaran resmi.

Tenaga kerja Indonesia di Seychelles saat ini berjumlah sekitar 120 orang yang umumnya bekerja di sektor turisme dan perhotelan. Dalam rangka menghadapi dan keluar dari krisis ekonomi global yang sangat memukul Seychelles, Seychelles telah merencanakan untuk lebih memberdayakan tenaga setempat sekaligus memperketat penggunaan tenaga asing. Ke depan kebijakan ini akan mempengaruhi arus penggunaan tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di Seychelles, khususnya tenaga kerja perhotelan.

Sektor lintas lain yang perlu dipertimbangkan adalah perikanan, pemrosesan, dan logistik di lingkup Samudra Hindia terkait perikanan yang ramah lingkungan dan kapasitas dalam keanekaragaman hayati dan pengelolaan ekowisata untuk resor di pulau-pulau kecil, dimana Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.