Ilustrasi Tarif Angkutan Daring (Dok: Kominfo)

Kemenhub Lakukan Pembatasan Pemberian Diskon Tarif Angkutan Daring

(Beritadaerah – Nasional) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub) akan melakukan pembatasan terhadap pemberian diskon atau promosi bagi angkutan daring, yakni ojek online dan taksi online (ojol dan taksol) di bawah tarif batas bawah yang telah ditentukan.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sebagai perlindungan Pemerintah, untuk menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen, demi memastikan persaingan yang sehat di pasar ojek online, dan menjamin keberlangsungan usaha bagi mitra pengemudi dalam jangka panjang, serta bentuk antisipasi dari potensi predatory pricing dan monopoli pasar.

“Tarif baru ojol ini kalaupun nanti akan ada perubahan, beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu mengenai punishment kalau operator tidak menyesuaikan tarifnya. Kedua, ada kecenderungan tarif yang tinggi itu adalah flag fall, jadi yang tarif batas minimal untuk jarak 4 km. Di Jakarta tarif dan kebiasaan masyarakat berbeda, bisa berkali-kali pakai dalam sehari tapi jarak pendek, jadi itu yang mungkin masyarakat merasa keberatan,” kata Dirjen Budi.

Lebih lanjut Budi mengatakan, kedepannya memungkinkan akan ada perubahan tarif dari Ditjen Hubdat, karena setiap 3 bulan akan ada penyesuaian. “Intinya masukan dari masyarakat akan saya akomodir. Kita sudah memiliki contoh yang baik seperti pada PM 118 tentang taksi online (taksol), yang juga telah mengatur batasan promosi dan diskon, kami merasa diperlukan batasan tersebut,” ujarnya.

Ditegaskan oleh Dirjen Budi, setelah berkonsultasi dengan beberapa pihak, mulai dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia, jika sampai terjadi monopoli akibat predatory pricing ini, maka sanksi bukanlah diterapkan dari pihaknya, melainkan dari KPPU.

Regulasi taksol dan ojol ini untuk melidungi pengemudi, masyarakat, dan menjaga kelangsungan bisnisnya dari aspek keselamatan maupun ekonomi, baik kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani