ilustrasi : Wisatawan Menikmati Keindahan Pulau Dua di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Photo : Kemenpar)

Kabupaten Banggai Diarahkan Menjadi Wisata Mancing Kelas Dunia

(Beritadaerah – Jakarta) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus melakukan pengembangan sejumlah daerah untuk dijadikan destinasi wisata favorit bagi wisatawan seperti fishing tourism (wisata mancing). Salah satunya adalah Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah yang diarahkan untuk menjadi destinasi wisata mancing favorit wisatawan dengan berbagai sumber daya pendukungnya. Kemenpar melihat bahwa Banggai dengan segala kekayaan alam di dalamnya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata mancing kelas dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata Indroyono Soesilo yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari saat Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Wisata Bahari “recreational fishing” di Jakarta, Jumat (24/5).

Hadir dalam kegiatan FGD ini yakni Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Bupati Banggai, Bupati Banggai Kepulauan, Bupati Banggai Laut, perwakilan Kemenko Kemaritiman, Kemenpar, Kementerian Kelautan & Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Federasi Olahraga Memancing Seluruh Indonesia (FORMASI), dan Asosiasi Kapal Pesiar Indonesia.

“Dalam FGD, telah disepakati jika wilayah perairan Banggai layak dijadikan destinasi wisata mancing yang akan diminati wisatawan,” kata Indroyono dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Minggu (26/5).

Indroyono juga menjelaskan ada beberapa alasan yang bisa menjadikan Banggai sebagai destinasi mancing kelas dunia. Pertama adalah kehadiran ikan eksotis Banggai “Cardinal Fish”. Kedua, perairan Banggai menjadi jalur migrasi ikan tuna. Tepatnya, dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia.

Perairan Banggai dengan Teluk Peleng-nya merupakan lokasi sejarah Indonesia dimana pada Juli 1962, ada ratusan kapal perang dan kapal angkut pasukan berkumpul di perairan Teluk Peleng.

Lebih lanjut, Indroyono menjelaskan untuk mewujudkan Banggai sebagai destinasi wisata mancing kelas dunia, maka akan dihelat lomba mancing internasional bertajuk Banggai International Tuna Fishing Tournament 2019. Rencananya, event ini akan digelar 27 – 29 September 2019.

Nantinya, para peserta akan diarahkan untuk memancing beberapa jenis ikan. Seperti ikan tuna cakalang, tuna sirip kuning, tuna mata besar, dan tuna sirip biru. Selain diadakan kegiatan  lomba mancing, peserta turnamen akan mengadakan ‘joy sailing’ ke wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Para wisatawan juga dapat menikmati budaya dan kuliner tradisional serta menyaksikan demonstrasi memancing ikan tuna menggunakan layang-layang.

Indroyono mengatakan, kehadiran Banggai akan membuat peta wisata bahari Indonesia semakin lengkap. Sebelumnya, ada beberapa daerah yang dijadikan sport tourism yakni Sabang, Nias, Simelue-Aceh, Krui-Lampung, Keramas-Bali, dan Mandalika-Lombok.

Seluruh peserta FGD, baik di pusat maupun wilayah Sulawesi Tengah, sepakat untuk menyukseskan event internasional ini. Rencananya, kegiatan sosialisasi serta promosi event Banggai Internasional Tuna Fishing Tournament 2019 akan dimulai pada 14 Juni 2019.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.