Ilustrasi: Menpar Arief Yahya Ajak Anak Muda Terjun ke Bisnis Pariwisata (Photo: Kominfo)

Tourism 4.0, Perlu Media Digital Dalam Promosikan Pariwisata

(Beritadaerah – Nasional) Seiring kemajuan teknologi yang sudah menjadi sebuah kebutuhan pokok hampir di semua lini kehidupan, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menekankan pentingnya peran media digital dalam mempromosikan pariwisata.

Arief Yahya saat memberikan keynote speech pada acara CNN Indonesia Meet Up! dengan tema “Tourism 4.0” di  Jakarta menyatakan bahwa di era digital, melakukan transformasi tourism 4.0 memiliki tantangan yang cukup besar. Namun demikian, proses digitalisasi Kemenpar sudah dilakukan sejak 4 tahun lalu, saat Menpar melakukan program percepatan evolusi dari tradisi analog dan konvensional menjadi penggunaan digital di semua lini.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya Selatan, Rabu (24/4) menyatakan di era digital, melakukan transformasi tourism 4.0 memiliki tantangan yang cukup besar.

Tourism 4.0 lahir seiring dengan mulai tersedianya big data perilaku traveler yang dikumpulkan via apps dan sensor yang kemudian diolah untuk menciptakan seamless dan personalized travelling experience. Saat ini, sekitar 70 persen masyarakat melakukan share dan like menggunakan media digital. Karena itulah, pariwisata Indonesia saat ini tumbuh hingga 22 persen.

Acara Meet Up! Tourism 4.0 disaksikan oleh sekitar 250 audiens kaum milenial yang terdiri dari mahasiswa dan anak muda yang tergabung dalam Generasi Pesona Indonesia (Genpi).

“Sekitar 50 persen inbound travelling ke Indonesia adalah kaum milenial. Sementara untuk Asia, anak muda mencapai 57 persen. Itulah mengapa dalam pariwisata Indonesia, milenial sangat penting. Selain sebagai wisatawan, generasi milenial Indonesia bisa membantu mempromosikan pariwisata Indonesia melalui media nasional.

Melihat potensi ini Menpar memberi arahan kepada jajarannya di Kementerian Pariwisata untuk mengalokasikan anggaran sebanyak 70% bagi promosi digital.

Potensi pasar digital bisa dilihat jelas, sebut saja aset e-commerce seperti Traveloka yang lebih besar dari perusahaan konvensional. “Traveloka memiliki aset Rp1,1 trilliun, bahkan lebih besar dari aset gabungan dua perusahaan travel besar di Indonesia,” ungkap Menpar mencontohkan.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center