Bupati Pesawaran Usulkan Teluk Pandan Menjadi KEK Pariwisata

(Beritadaerah – Lampung) Kabupaten Pesawaran di Provinsi Lampung memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik seperti Pantai Klara, Pantai Batu Mandi, Air Terjun Lubuk Law, Air Terjun Kakia, Air Terjun Way Harum, Pulau Tangkil dan Pantai Queen Artha. Pantai yang berpasir putih dan alam yang indah telah menjadi daya tarik wisatawan untuk menikmati keindahan kabupaten ini. Kabupaten Pesawaran merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Lampung Selatan.

Pasca tsunami yang terjadi di Selat Sunda membuat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pesawaran menurun, untuk itu Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyampaikan usulan untuk daerah Teluk Pandan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Langkah ini untuk membangkitkan pariwisata daerah Pesawaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dalam rapat dengan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dadang Rizki Ratman di Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar, Selasa (23/4).

Bupati Dendi mengatakan terkait usulan tersebut Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran telah menyiapkan lahan seluas 301 hektare dalam kondisi “clean and clear” serta bersertifikat.

“Lahan ini sudah eksisting untuk usaha pariwisata. Kami mengusulkan nantinya pengelola KEK Teluk Pandan Pesawaran adalah konsorsium badan usaha,” kata Dendi Ramadhona.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman menjelaskan, dalam pengusulan KEK harus ada 3 poin penting yaitu ada pengusul (badan usaha/swasta), lahan “clean and clear”, dan komitmen pemerintah daerah.

“Dalam pariwisata berlaku ungkapan ‘infrastructure lead then tourism support’ dan ‘industry lead then tourism support’. Kami sarankan dalam penjajakan pengembangan KEK Teluk Pandan Pesawaran agar pihak pengusul maupun Pemkab Pesawaran melakukan pendekatan dengan PT ITDC (PT Indonesia Tourism Development Corporation) sebagai badan usaha yang sukses dalam mengembangkan KEK pariwisata,” kata Dadang Rizki Ratman dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (25/4).

Dadang menyarankan agar pengusulan sebuah KEK bisa berjalan lancar, pihak pengusul/pemda harus bekerja sama dengan badan usaha yang sukses dalam proses dan pengembangan KEK. Pemda juga dapat melakukan pengembangan 3A (aksesibilitas, atraksi, dan amenitas).

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan bahwa konsep dasar KEK adalah pemberian fasilitas pada penyiapan kawasan yang lokasinya mempunyai aksesibilitas ke pasar global (terutama akses pelabuhan dan bandara).

Kawasan tersebut akan diberikan insentif untuk meningkatkan daya saing agar menarik para investor untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Kemenpar menargetkan 100 KEK pariwisata yang tersebar di seluruh Indonesia dapat terbentuk. Dengan jumlah itu di 34 provinsi masing-masing memiliki 2-3 KEK pariwisata.

Menurut data Dewan Nasional Komite Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata saat ini ada 4 KEK Pariwisata yang sudah beroperasi dan dalam tahap pembangunan yakni Tanjung Lesung – Banten, Tanjung Kelayang – Bangka Belitung, Mandalika – Lombok, dan Morotai – Maluku Utara.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu