Jokowi pada kampanye Pilpres 2019 di Ngawi (Photo: Febri Narotama/BD)

Jokowi di Ngawi: Tidak Mungkin Berita Fitnah itu Terjadi, Siapapun Presidennya

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Kali ini suasana kampanye Capres no urut 01 agak berbeda, yakni di kota Ngawi Jawa Timur (2 April), karena kedatangan Joko Widodo (Jokowi) disambut hujan deras, sehingga perjalanan menuju GOR Bung Hatta- lokasi kampanye, tidak tersendat akibat diberhentikan masyarakat yang ingin bersalaman dan berswaphoto dengan Jokowi, seperti terjadi di kota-kota lain.

Tiba di GOR Bung Hatta setelah menerobos hujan, Jokowi disambut sekitar lima ribu pendukungnya. “Pak Jokowi….pak Jokowi,” teriak para pendukung saat Capres 01 itu memasuki gedung GOR Bung Hatta. Turut mendampingi Jokowi tampak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Massa yang berjumlah ribuan yang sebagian berada di tenda luar gedung tampak menyambut kedatangan Jokowi dengan terus meneriakkan namanya.

Jokowi pada acara kampanye Pilpres 2019 di Ngawi , Jawa Timur (Photo: Febri Narotama/BD)

Jokowi mengawali pidatonya dengan bercanda untung hujan deras sehingga rombongan tidak dicegat di sepanjang perjalanan, yang disambut dengan tawa dari semua yang hadir. Diceritakan bagaimana perjalanannya dalam satu hari berada di 4 provinsi sekaligus, dari Sorong (Papua Barat) menuju Palembang (Sumatera Selatan) lalu Solo (Jawa Tengah) dan tiba di Ngawi (Jawa Timur).

Sebelum menyampaikan hal-hal lainnya, Jokowi menyampaikan terlebih dahulu ketiga program Kartu sebagaimana disampaikan juga di kesempatan kampanye di kota lainnya. Ditekannya ini sangat penting karena dari hasil survey 2 hari yang lalu yang mengetahui Kartu-kartu tersebut baru sekitar 27% dari masyarakat Indonesia.

Pertama adalah Kartu KIP (Kartu Indonesia Pintar)-Kuliah yang bermanfaat untuk mendukung lulusan SLTA yang tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri tetapi kesulitan biaya, akan sangat terbantu dengan kartu ini. Sehingga Indonesia dapat mencetak sarjana sebanyak-banyaknya. Jokowi memanggil salah satu orang tua yang memiliki masalah dalam menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi untuk berkomunikasi sambil menjelaskan manfaat KIP Kuliah.

Jokowi bersama seorang warga pada acara kampanye Pilpres 2019 di Ngawi , Jawa Timur (Photo: Febri Narotama/ BD)

Kedua adalah Kartu Pra Kerja yang memberikan insentif honor bagi pencari kerja setelah melalui pelatihan. “Siapa yang setuju Kartu Pra Kerja silakan tunjuk jari……”, demikian Jokowi dengan tersenyum mengajak audience menunjukkan jarinya ke atas. Selanjutnya dipanggil satu orang muda pencari kerja untuk menyampaikan harapannya yang ternyata terjawab melalui Kartu Pra Kerja.

Ketiga adalah Kartu Sembako murah untuk mendapatkan diskon harga sembako seperti beras, gula, dan minyak. Dengan kartu ini diharapkan anak-anak mendapat gizi yang baik. Dijelaskan bahwa ketiga kartu ini baru diberlakukan tahun depan.

Pada akhir pidatonya Jokowi mengingatkan untuk berhati-hati terhadap kabar-kabar fitnah. Contoh kalau Jokowi –Maruf Amin terpilih akan ada larangan adzan, pendidikan agama akan dihapus, yang ketiga akan dilegalkan perkawinan sejenis dan zinah.

“Kenapa hal ini saya sampaikan? Karena dari survey yang saya dapatkan 9 juta orang di Negara kita ini percaya, kan berbahaya sekali kalau tidak saya jawab. Bahaya sekali, bisa merembet kemana-mana “, demikian Jokowi menyampaikan penegasannya.

Hal ini tidak mungkin dilakukan di Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dengan norma-norma keagamaan yang sudah diajarkan sejak dahulu. “Tidak mungkin hal itu diperbolehkan, siapapun presidennya”, sekali lagi Jokowi menegaskan menepis berita-berita fitnah tersebut.

Terakhir Jokowi mengingatkan untuk tanggal 17 April berbondong-bondong ke TPS mengenakan baju putih dan mencoblos paslon yang berbaju putih.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center