Kampanye Jokowi di Gowa, Sulsel (Photo Dok. TKN)

Jokowi di Gowa: “ Aga Kareba?”, Tetap Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa!

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Capres 01 – Joko Widodo hari Minggu (31/3) tiba di Gowa – Sulsel untuk menemui para pendukungnya. Setelah selesai berkampanye di Kota Makassar, Jokowi melanjutkan safari kampanyenya ke Kabupaten Gowa, Sulsel.

Kehadiran Jokowi di kabupaten itu disambut antusias pendukungnya yang berkumpul memenuhi di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa. Para pendukung memenuhi jalan menjelang masuk pintu stadion, bahkan membeludak di jalanan sehingga arus kendaraan menuju stadion menjadi tersendat.

Para pendukung bersorak riuh menyambut Jokowi yang turun dariarak-arakan tepat di depan Stadion Kalegowa, mereka dengan semangat mengangkat bendera dan spanduk dukungan terhadap Jokowi.  Dari depan stadion, Jokowi disesaki oleh pendukungnya hingga ke tengah lapangan stadion. Namun perlahan Jokowi berjalan hingga akhirnya naik ke panggung kampanye.

Antusiasme Pendukung Jokowi di Gowa, Sulsel (Photo: Dok. TKN)

Merebak kerumunan para pendukung, akhirnya Jokowi tiba di panggung dan langsung menyapa semua yang hadir di lapangan. Ibu Iriana pun sebagaimana di kota-kota lainjuga ikut menyapa dan ber swa-photo dengan para pendukung. Jokowi juga didampingi  Syahrul Yasin Limpo, tokoh senior Kabupaten Gowa yang juga mantan Gubernur Sulsel.

Mengawali pidato orasinya, Jokowi mengingatkan kepada pendukungnya bahwa Indonesia dianugerahi oleh Yang Maha Kuasa dengan berbagai perbedaan baik adat, tradisi maupun bahasa daerah.

“Kalau disini aga kareba, kalau di Medan horas, kalau di Jawa Barat sampurasun, kalau di Jawa beda lagi, di Jawa Tengah dan Jawa Timur kulo nuwun…”, yang disambut dengan riuh tawa semua yang hadir.

Inilah perbedaan yang kita miliki, demikian Jokowi melanjutkan, penuh perbedaan tapi tetap harus jaga persatuan, kerukunan dan keutuhan persaudaraan. “Setuju?”, tanya Jokowi yang disambut antusias oleh para pendukung : “Setuju….”.

Jokowi juga menegaskan menjelang 17 April 2019 yang hanya tinggal 17 harilagi agar semua berhati-hati karena banyak isu, fitnah, kabar bohong, dan hoaks ada dimana-mana.

“Saya berikan contoh, saya ini dituduh Jokowi itu PKI. Perlu saya sampaikan PKI itu dibubarkan tahun 1965, saya lahir tahun 1961, umur saya masih 4 tahun, masak ada PKI balita?”, disambut dengan tawa para pendukung. Jangan percaya isu seperti itu, tegas Jokowi, harus pakai rasio dan cara berfikir yang benar.

Jokowi melanjutkan: “Saya itu sudah 4,5 th difitnah saya diam, diejek saya diam, dihina saya diam, dijelek-jelekkan saya diam, direndahkan saya diam”. Mengakhiri pidatonya Jokowi mengatakan bahwa dia hanya bisa bersabar dan terus memohon kesabaran dari Yang Maha Kuasa.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani