Peranan Perdamaian Dunia, Jokowi Telah Datang Sendiri ke ke Coxs Bazaar Bangladesh

(Beritadaerah – Pilpres) – Dalam segmen keempat Debat Capres Sabtu malam (30/30 di Shangri-la, Joko Widodo mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan, “Apa pandangan Prabowo mengenai konflik di Rakhine State?”

Pabowo pertama menyampaikan prihatinnya dengan apa yang terjadi pada masyarakat Rohingya. PBB, menurutnya, sudah menilai kemungkinan adanya genosida atau ethnic cleansing. Bagi Prabowo ini menjadi masalah yang sangat sangat mengusik kita. “Jadi kita perlu menggunakan pengaruh kita, kita bersahabat dengan Myanmar, tapi kita yakinkan mereka untuk segera menghentikan perlakuan yang tidak adil terhadap Rohingya apalagi yang sangat-sangat merupakan pelanggaran hak azasi yang luar biasa”, ujar Prabowo.

Jokowi kemudian memberikan tanggapan baliknya kepada Prabowo. Jokowi menyatakan bahwa konflik ini sudah sangat lama dan juga sulit dicarikan solusinya. “Tetapi Alhamdulillah kita diberi kepercayaan saat itu oleh Sekjen PBB Bapak Antonio Guterres, untuk menjembatani agar ada dari tim kita yang bisa masuk untuk melihat langsung kondisi di sana seperti apa.”

Ditambahkan lagi oleh Jokowi berdasarkan pengalamannya sendiri datang ke sana, katanya: “Menteri luar negeri kita sudah melaksanakan. Dan saya sendiri telah datang ke Bangladesh untuk melihat kondisi pengungsi masyarakat muslim. Saudara kita muslim yang ada di sana lebih dari 1,1 juta, masyarakat muslim yang mengungsi dengan kondisi yang sangat memprihatinkan”, jelas Jokowi.

Capres 01 juga menjelaskan bahwa hal tersebut telah disampaikannya langsung di dalam forum ASEAN untuk bersama-sama anggota ASEAN ini memberikan bantuan mencarikan solusi.

Jokowi menyebutkan kondisi masyarakat muslim Rohingya yang hidup di tenda-tenda, kondisinya betul-betul sangat memprihatinkan diCoxs Bazaar Bangladesh. “Alhamdulillah, (dengan) desakan kita, tekanan kita untuk segera menyelesaikan kembali, itu mulai memberikan hasil,” jelasnya lagi.

Capres 01 meyakinkan bahwa ke depannya proses-proses menjembatani seperti inilah yang ingin kita perankan dalam rangka ikut dalam perdamaian dunia.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan bahwa kalau kita menjadi mediator itu baik-baik saja. Namun, menurut versi Prabowo, kita tidak dihormati di ASEAN, kita tidak dihormati komunitas wartawan asing di Jakarta. Prabowo mau berjuang agar Indonesia dihormati, Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. “Kita tidak akan impor bahan makanan dari luar negeri,” tutupnya, menyinggung isyu impor kembali.

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center