Ilustrasi Kapal Nelayan

Nelayan Gorontalo Ikut Diklat Tingkatkan Kualitas SDM di Sektor Perhubungan

(Beritadaerah – Info Daerah) Sebanyak 112 nelayan dari Provinsi Gorontalo mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM), yang digelar oleh Kementerian Perhubungan RI dan dilaksanakan di Balai Diklat Pelayaran Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

Penyelenggaraan DPM merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perhubungan, khususnya bagi masyarakat nelayan. Menurut Wagub Idris Rahim, masyarakat nelayan memegang peranan yang sangat penting dalam suksesnya pembangunan daerah, bangsa dan negara yang berbasis maritim.

Tantangan di bidang perhubungan ini sangat berat, selain infrastrukturnya yang perlu pembenahan, juga kualitas SDM perlu ditingkatkan. “Tidak hanya aparaturnya yang didiklat, tetapi nelayan juga harus kita tingkatkan kualitasnya agar mereka bisa sejahtera,” jelas Wagub Idris Rahim.

Idris menyampaikan juga harapannya kepada Kementerian Perhubungan RI untuk terus menyelenggarakan DPM dan memberi kesempatan yang lebih banyak kepada para nelayan Gorontalo untuk mengikuti diklat tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro menambahkan, pada tahun 2019 ini jumlah nelayan Gorontalo yang telah diikutkan pada DPM sebanyak 160 orang.“Angkatan pertama kita mengirimkan 48 nelayan khusus untuk diklat kapal niaga. Kemudian pada angkatan kedua peserta yang kita kirim sebanyak 112 orang,” tutur Jamal.

Setelah mengikuti DPM para nelayan akan memperoleh sertifikat yang nantinya akan menjadi dasar bagi Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan dalam menerbitkan buku pelaut yang wajib dimiliki oleh setiap nelayan.“Walaupun para nelayan ini memiliki perahu sendiri, tetapi tidak serta merta mereka bebas melaut. Harus lebih dahulu melengkapi dokumen-dokumen, dan syaratnya harus ada keterampilan,” katanya.

Penyelenggaraan DPM terdiri dari Diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM) yang diperuntukkan bagi nelayan yang tidak mampu mengurus sertifikat BST-KLM, dan Diklat Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil yang diperuntukkan kepada anak buah kapal yang bekerja pada kapal bernavigasi dan belum memiliki sertifikat.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani