Presiden saat bertatap muka dengan penerima Bantuan Dana Stimulan Rumah Rusak Berat, Sedang, dan Ringan Di Gedung Hakka, Lombok Barat, NTB, Jumat (22.3). (Foto: Humas Setkab)

Presiden di Lombok: Optimis Semua Masalah Tempat Tinggal Bisa Diatasi Bersama

(Beritadaerah –Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Iriana Joko Widodo hari ini (Jumat 22 Maret) melakukan tatap muka dengan penerima Bantuan Dana Stimulan Rumah Rusak Berat, Sedang, dan Ringan di Gedung Hakka, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam agenda kali ini Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah.

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi menyampaikan kepada masyarakat Lombok agar semua optimis bahwa persoalan ini bisa diselesaikan dan diatasi secara bersama-sama. Masyarakat Indonesia secara keseluruhan mendukung perjuangan warga Lombokmenghadapi masalah akibat gempa.

“Tadi saya sudah mendapatkan laporan dari Pak Kepala BNPB, ada kurang lebih 4 ribu lagi tambahan. Sekali lagi, di Lombok ini memang rawan gempa. Jadi yang dulunya rusak ringan karena gempa berikutnya menjadi rusak berat, jadi tercatatnya nanti rusak berat,” ujar Presiden saat

Saat berdialog dengan Lalu Mandraguna, warga Pengempel Indah, Lombok Barat, NTB, Presiden mengungkapkan bahwa saat ini rumah yang dibangun sebanyak 216.000, untuk itu perlu kesabaran dari masyarakat.

“Tapi uangnya sebetulnya sudah masuk sebelum Desember ini, sudah 3,5 triliun, tapi karena prosedurnya ruwet jadi tidak sampai segera ke masyarakat. Kemarin sudah ditambah lagi 1,6 triliun, berarti sudah terkumpul di NTB 5,1 triliun. 5,1 triliun sudah di sini, bukan di Jakarta. Sudah di sini tapi memang harus lewat prosedur-prosedur tadi,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan diskusi tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB bahwa saat ini ada tambahan tersebut masih diproses karena masih ada yang baru lagi.

“Supaya Bapak/Ibu semuanya tahu mengenai ini, kita ini juga bukan menyelesaikan di sini saja, ada di Lombok, ada di Palu, Donggala, yang terakhir ada di Banten dan Lampung. Supaya Bapak/Ibu juga tahu bahwa kita menyelesaikan di beberapa tempat yang jumlahnya juga hampir mirip-mirip,” tambah Presiden.

Laporan tentang usulan untuk memperbaiki prosedur-prosedur yang menyebabkan berjalannya proses dana kurang cepat, telah di dengar Presiden, baik dari  provinsi, maupun di kabupaten. Kepala Negara sering turun ke lapangan karena betul-betul ingin melihat masalah dan segera menyelesaikan.

Presiden menyampaikan akan memastikan bahwa mungkin dua atau tiga bulan lagi akan ke Lombok, apa yang menjadi masalah dan apa yang harus diselesaikan.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani