Sosial Budaya: Sandiaga Uno Persoalkan Anggaran yang Kurang, Ma’ruf Amin Kembangkan Festival Kebudayaan

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Memasuki sesi pertanyaan terkait Sosial Budaya, Sandiaga Uno mendapat kesempatan pertama menjawab, dimana kebudayaan ternyata belum menjadi haluan pembangunan nasional baik dalam anggaran maupun program dan terpinggirkan, pembangunan fisik material jauh lebih diutamakan dengan biaya sangat besar. Infrastruktur kebudayaan diupayakan secara minimal. Apa kebijakan yang akan diambil untuk mengatasi persoalan tersebut?

Sandi melihat anggaran dan infrastruktur kebudayaan masih kurang, tapi harus melihat dari sisi kemitraan karena jika pemerintahan berpihak terhadap pembangunan budaya bisa mengajak banyak sekali pihak-pihak lain seperti dunia usaha, akademisi, ditingkatkan kurikulum yang mengarahkan minat untuk mencintai kebudayaan.

“Saya yakin akan muncul peluang-peluang ekonomi berbasis kebudayaan yang akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Ekonomi kreatif juga akan ditingkatkan bukan hanya anggarannya tapi juga untuk mengkolaborasi semua kekuatan yang kita miliki. Budaya kita juga tercermin dalam potensi pariwisata yang dimiliki oleh Indonesia”, ujar Sandi dalam debat Cawapres Pilpres 2019 di The Sultan Hotel, Jakarta, Minggu (17/3).

Menanggapi pernyataan Calon Wakil Presiden 01, Sandi menyatakan membangun kebudayaan bukan hanya bicara anggaran dan infrastruktur tapi dilihat keterlibatan semua elemen yang bisa mendukung agar budaya ini menjadi satu daya picu untuk kemajuan Indonesia ke depan. Sandi juga melihat toleransi sebagai salah satu juga warisan budaya.

Menurut calon Wakil Presiden 02 ini, tugas pemerintah adalah membentuk pemerintahan yang kuat agar budaya menjadi prioritas utama pembangunan.

Kesempatan kedua diberikan kepada Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin dengan mengawali penjelasannya dengan bersyukur karena bangsa kita punya kemajuan kebudayaan. Oleh karena itu, ditambahkannya: “Supaya kebudayaan kita tidak mengalami diskontinuitas dan disorientasi karena itu akan kita lakukan konservasi budaya pelestarian budaya bahkan kita akan melakukan juga globalisasi budaya kita ke dunia luar supaya lebih terkenal lebih berkembang.”

Selain anggaran yang tersedia, Cawapres 01 menyebutkan akan menyiapkan dana abadi kebudayaan supaya kebudayaan ini makin berkembang, di samping dana abadi pendidikan, dan dana abadi riset. Pemerintah juga sekarang sudah membentuk Bekraf -Badan Ekonomi Kreatif. Dengan Badan Ekonomi Kreatif ini, ujarnya, kita akan mengembangkan kebudayaan dan kita adakan “festival kebudayaan” di berbagai negara di dunia. Ini adalah cita-cita besar yang ingin dikemukakannya.

Diutarakannya lagi: “Bahkan kami juga akan membangun semacam opera seperti opera yang ada di Sidney untuk pertumbuhan kebudayaan kebudayaan kita,” katanya menutup porsi sesinya.

Menanggapi Sandi, Cawapres 01 ini mengatakan perlu dikembangkannya membangun toleransi dan gotong royong. Diuraikannya: “Kita akan mengembangkan budaya kita itu menjadi nilai-nilai kehidupan yang bersifat personal maupun nilai-nilai kehidupan yang bersifat kolektif kebangsaan. Yang sifatnya personal adalah persatuan, gotong royong dan juga akhlak yang mulia. Sedangkan nilai nilai kolektif kebangsaan antara lain adalah berdaulat dalam politik, mandiri dalam perekonomian, berkepribadian di dalam kebudayaan.”

Dengan gamblang Amin menyebutkan bahwa nilai-nilai individual dan kebangsaan ini adalah warisan budaya yang diangkat dari kearifan lokal, yang nantinya akan memberikan nilai-nilai, bukan saja nasional tapi juga global.

Fadjar AD/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).