Debat Cawapres 2019, Sandiaga Uno Unggulkan OK Oce dan Rumah Siap Kerja

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Setelah sesi demi sesi dilewati oleh kedua Cawapres dalam acara Debat Cawapres Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di The Sultan Hotel, Jakarta, Minggu (17/3), tiba saatnya pada sesi penutup. Masing-masing Cawapres diberikan kesempatan memberikan statement penutup.

Kesempatan pertama diberikan kepada Cawapres 02 Sandiaga Uno. Sandi menyampaikan bahwa negeri ini sangat kaya raya. Sumber daya alam yang melimpah tanahnya subur. Sumber daya manusianya juga hebat-hebat namun masih menyisakan beberapa masalah antara lain lapangan kerja yang sulit didapat.  Untuk anak-anak muda juga para ibu-ibu perempuan hebat, perempuan mandiri yang mengeluarkan biaya hidup semakin tinggi biaya pangan, biaya listrik, biaya pendidikan dan biaya kesehatan.

Prabowo-Sandi akan fokus untuk menyelesaikan permasalahan rakyat. Menghadirkan solusi agar bangsa ini menyelesaikan apa yang diungkapkan harapan rakyat untuk kita hadirkan Indonesia yang menang,  Indonesia yang adil makmur dalam Ketenagakerjaan.

Jelas program OK Oce yang kami launching beserta rumah siap kerja sanggup untuk menciptakan 2 juta lapangan kerja baru.  Melalui penciptaan-penciptaan 2 juta wirausaha baru.  Kami juga akan mengurangkan pengangguran di usia muda sebanyak 2 juta saya lahir dari dunia pendidikan.  Ibu saya guru, Paman saya pakar pendidikan, kakek saya kepala sekolah, kami pastikan guru-guru kesejahteraannya ditingkatkan.

Guru honorer terutama akan kita tingkatkan status.  Kita pastikan juga bahwa sistem pendidikan yang berkualitas link and match membangun budi pekerti . Karakter yang kuat berakhlak karimah menjadi fokus kita ke depan. Mencabut Ujian Nasional, memberikan liburan di bulan Ramadhan sebagai meneruskan program yang pernah dijalankan oleh Gus Dur.  Bulan Ramadhan bulan toleransi.  Bhineka Tunggal Ika kita kumandangkan.  Umat Islam dan umat-umat pemeluk agama lain memberikan satu pemahaman.  Kita tingkatkan toleransi kita.  Kita pastikan bahwa ke depan Indonesia merupakan negara adil makmur baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Di bidang kesehatan kami akan bereskan BPJS 200 hari pertama tidak ada lagi kekisruhan saya akan turun tangan sendiri bersama Pak Prabowo pastikan tidak ada layanan kesehatan masyarakat yang ditinggalkan.  Tenaga medis juga kita akan pastikan mendapatkan honor tepat waktu, juga obat-obatan disediakan. Kita ingin budaya Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi menjadi warisan dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Untuk semua daripada pemerintah kita tidak ingin merepotkan dan membebani negara dengan menerbitkan kartu-kartu yang lain kita ambil dompet kita masing-masing.

Dompet kita keluarkan,  ibu-ibu yang di rumah terutama, bapak, semua anak muda. Keluarkan satu kartu yang sudah semua kita miliki yaitu kartu tanda penduduk atau KTP ini super canggih sudah memiliki chip teknologi di dalamnya revolusi industri 4.0 memudahkan dengan big data dan single identification number semua fasilitas layanan,  baik ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan.

Semua rumah siap kerja bisa diberikan PKH kita akan tambah menjadi PKH plus di dalam program yang hanya membutuhkan KTP ini ini menjadikan kartu kami.

Fadjar AD/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.