Pendidikan: Sandiaga Uno Fokus Sinergi Dunia Usaha, Ma’ruf Amin Pembentukan Badan Riset Nasional

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Saat sesi 2 dalam acara debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pilpres 2019 ini juga disampaikan pertanyaan oleh Panelis terkait Pendidikan sebagai berikut yakni Pendapatan Domestik Bruto Indonesia diprediksi menempati posisi 5 besar dunia pada tahun 2045. Pencapaian itu mensyaratkan program berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi dimana riset menjadi kebutuhan utama. Moderator manyampaikan bahwa bagaimana komitmen bapak-bapak sekalian untuk terciptanya peningkatan riset yang menjawab kebutuhan tersebut?

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno diberikan kesempatan pertama menjawab bahwa untuk mencapai posisi 5 negara besar tahun 2045 kita harus membangun manusia kita, sistem pendidikan harus menyambung dengan lapangan pekerjaan, inovasi, riset, teknologi harus menjadi investasi yang harus dilakukan dan dialokasikan dananya.

Sandi menyatakan fokusnya adalah bagaimana mengkonsolidasikan agar dunia usaha akademik dan juga pemerintah memiliki satu sinergi karena banyaknya hasil riset dan teknologi ternyata tidak bersambung atau tidak sinergi dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha.

Ditekankan Calon Wakil Presiden 02 ini, bahwa dibawah Prabowo-Sandi bukan hanya besaran jumlah daripada riset dan teknologi tapi akan dipastikan juga pengalokasiannya sinergis dengan dunia usaha juga dengan sistem akademisi.

Sandi juga menyampaikan pernah mengelola dana riset dan teknologi dan melihat begitu banyak anak-anak muda Indonesia yang memiliki kemampuan untuk menciptakan terobosan-terobosan di bidang pertanian bisa meningkatkan produktivitas.

“Jika kita memastikan bahwa pupuk organik dengan kualitas terbaik hasil riset dan teknologi anak bangsa diberikan sehingga harga bahan pokok kita akan turun, saya semakin yakin bahwa revolusi industri 4.0 dimana ekonomi kreatif akan bersinergi juga dengan loncatan-loncatan letupan inovasi memastikan lapangan kerja akan tercipta untuk anak muda”, tambah Sandi menutup sesi pertanyaan ini.

Sedangkan kesempatan kedua disampaikan oleh Cawapres 01 K. H. Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa riset menentukan satu negara akan menjadi negara yang maju, karena itu Jokowi – Amin dikatakan akan mengembangkan riset dengan mengkoordinasikan semua alokasi dana.

Dijelaskannya bahwa sementara ini memang dana riset terbagi di Kementerian dan Lembaga, tetapi nanti akan disatukan menjadi satu koordinasi. “Kami bentuk Badan Riset Nasional. Dan Kami juga akan memaksimalkan rencana induk RIRN (Rencana Induk Riset Nasional) yang sudah ada karena itu akan kita optimalisasi sehingga riset kita akan menjadi lebih efektif,” tegas Ma’ruf Amin.

Ditambahkannya lagi program kerjanya yang sudah sepakat untuk menyediakan dana abadi Riset, dana abadi Pendidikan dan dana abadi Kebudayaan. Amin menutupnya dengan mengatakan: “Dengan berbagai upaya itu di masa yang akan datang, itu akan berhasil memajukan negara ini dan kita menuju 10 years challenge.”

Fadjar AD/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.