Sandiaga Uno Tanyakan Tersedianya Tenaga Kerja, Ma’ruf Amin Sampaikan TKA Terkendali Dibawah 0.1%

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Memasuki sesi adu konsep pertama, Cawapres 02 Sandiaga Uno mendapat kesempatan memberikan pertanyaan kepada calon Wakil Presiden 01. Sebelum menyampaikan pertanyaan, Sandi menyampaikan bahwa pengangguran masih ada 7 juta dan kualitas lapangan pekerjaan kita masih belum optimal.

Pemerintah mencabut beberapa keharusan bagi tenaga kerja asing, seperti keharusan berbahasa Indonesia. Perbandingan jumlah tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal dan juga berkaitan dengan visa, khususnya untuk tenaga kerja-tenaga kerja yang ada pada strata terbawah. Juga belum mendapatkan kesempatan kerja, tapi pada satu sisi yang lain justru lapangan kerja tersebut diberikan kepada warga negara asing.

Tenaga honorer per hari ini belum mendapatkan keadilan. Mereka belum ditingkatkan statusnya dan kesejahteraannya juga masih belum. Sistem outsourcing sekarang memberatkan baik bagi dunia usaha. Sistem upah juga yang menekan Serikat Pekerja. Pengemudi transportasi online belum mendapatkan lapangan kerja yang selayaknya.

Cawapres 02 Sandi menanyakan bagaimana memastikan keadilan dalam menyediakan tenaga kerja untuk anak-anak negeri ini kepada Cawapres 01 Ma’ruf Amin.

Ma’ruf menyampaikan bahwa tenaga kerja asing di Indonesia terkendali jumlahnya di bawah 0,1% dan itu adalah paling rendah di seluruh dunia. Memberikan iklim usaha yang kondusif, memberikan kemudahan akses keuangan, sehingga dunia usaha tumbuh.

Dengan adanya infrastrukutur digital telah tumbuh startup yang dalam tempo 5 tahun atau 4 tahun telah dikembangkan 1000 Startup, padahal di Iran untuk hal itu memerlukan waktu 10 tahun. Karena itu untuk sampai tahun 2024 diestimasikan bisa menumbuhkan 3500 startup dan membuka lapangan kerja.

Selanjutnya Sandi menanggapinya dengan mengatakan Prabowo-Sandi melihat bahwa UMKM ciptakan lapangan pekerjaan dengan jumlahnya adalah 99,9% dari unit usaha yang dimiliki bangsa ini. Dari total 55.000.000 unit usaha UMKM mereka belum mendapatkan keberpihakan dari segi kebijakan. Padahal 97% lapangan pekerjaan diciptakan oleh sektor UMKM. Untuk tenaga kerja asing, akan dipastikan harus bisa berbahasa Indonesia.

Program Ok Oce juga berpihak kepada UMKM karena akan memberikan pelatihan sebagai langkah pertama. Kedua pendampingan. Ketiga akan memberikan bantuan pemasaran, kemudahan perizinan, akses keuangan baik administrasi maupun akses permodalan, akan meningkatkan dunia usaha.

Dengan yakinnya Ma’ruf menanggapi penggunaan tenaga asing adalah untuk bidang-bidang yang memang tidak ada tenaga dalam negeri dan dalam rangka transfer of Technology supaya anak-anak kita menjadi tenaga yang terampil.

Selain menumbuhkan iklim usaha, memberikan akses keuangan supaya usaha-usaha kecil tumbuh, pemerintah memberikan bantuan social dengan memberikan memberikan sistem jaminan sosial nasional (STSN) bagi mereka yang miskin.

Karena itu kami mengeluarkan kartu sembako murah kartu pra kerja bagi mereka yang sudah memperoleh pelatihan mereka akan bisa maka mereka akan memperoleh tunjangan antara 6 bulan sampai 1 tahun sampai mereka memperoleh pekerjaan ini adalah upaya-upaya.

Banyak yang semula penerima Bansos tapi sudah berubah menjadi orang-orang yang memiliki usaha mandiri.

Fadjar AD/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.