Adu Konsep: Sandiaga Uno Pastikan Keadilan bagi Tenaga Kerja, Ma’ruf Amin Optimis 3500 Startup Tumbuh di 2024

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Dalam sesi adu konsep pertama antar cawapres ini, kesempatan diberikan pada Sandiaga Uno untuk memberikan pertanyaan kepada cawapres 01.

Sandi katakan saat ini pengangguran berkisar 7 juta dan kualitas lapangan pekerjaan kita masih belum optimal. Beberapa keharusan bagi tenaga kerja asing dicabut pemerintah, seperti keharusan berbahasa Indonesia. Banyak yang belum mendapatkan kesempatan kerja, tapi pada satu sisi yang lain warga asing justru mendapatkan lapangan kerja. Tenaga honorer per hari ini belum mendapatkan keadilan. Selain itu status dan kesejakhteraan mereka belum ditingkatkan. Sistem outsourcing yang memberatkan baik bagi dunia usaha. Sistem upah juga yang menekan Serikat Pekerja. Pengemudi transportasi online belum mendapatkan lapangan kerja yang selayaknya.

Sandi menanyakan bagaimana memastikan keadilan dalam menyediakan tenaga kerja untuk anak-anak negeri ini?

Ma’aruf Amin memberikan tanggapan:

Tenaga kerja asing di Indonesia terkendali ,jumlahnya di bawah 0,1 % dan itu adalah paling rendah di seluruh dunia. Memberikan iklim usaha yang kondusif, memberikan kemudahan akses keuangan, sehingga dunia usaha tumbuh.

Dengan adanya infrastrukutur digital telah tumbuh startup yang dalam tempo 5 tahun atau 4 tahun telah dikembangkan 1000 startup, padahal di Iran untuk hal itu memerlukan waktu 10 tahun. Dia menekankan bahwa untuk sampai tahun 2024 diestimasikan bisa menumbuhkan 3500 startup dan membuka lapangan kerja.

Sandi memberikan tanggapan :

Dia melihat bahwa UMKM ciptakan lapangan pekerjaan dengan jumlahnya adalah 99,9% dari unit usaha yang dimiliki bangsa ini. Dari total 55.000.000 unit usaha UMKM mereka belum mendapatkan keberpihakan dari segi kebijakan. Padahal 97% lapangan pekerjaan diciptakan oleh sektor UMKM. Untuk tenaga kerja asing, akan dipastikan harus bisa berbahasa Indonesia.

Program Oke Oce juga berpihak kepada UMKM karena akan memberikan pelatihan sebagai langkah pertama. Kedua adalah pendampingan. Ketiga akan memberikan bantuan pemasaran, kemudahan perizinan, akses keuangan baik administrasi maupun akses permodalan, akan meningkatkan dunia usaha.

Ma’ruf Amin memberikan tanggapan:

Penggunaan tenaga asing diperuntukkan bagi bidang-bidang yang memang tidak ada tenaga dalam negeri dan dalam rangka transfer of technology supaya anak-anak kita menjadi tenaga yang terampil.

Selain menumbuhkan iklim usaha, memberikan akses keuangan supaya usaha-usaha kecil tumbuh, bantuan sosial diberikan pemerintah melalui sistem jaminan sosial nasional (STSN) bagi mereka yang miskin.

Itu sebabnya Jokowi-Amin mengeluarkan kartu sembako murah kartu pra kerja bagi mereka yang sudah memperoleh pelatihan mereka supaya mereka memperoleh tunjangan antara 6 bulan sampai 1 tahun sampai mereka memperoleh pekerjaan. Banyak yang semula penerima Bansos sekarang menjadi orang-orang yang memiliki usaha mandiri.

Fadjar AD/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).