Dana Desa Membangkitkan Desa Mandiri

(Berita Daerah-Kolom) Indonesia negara yang besar, perjalanan saya hampir 10 tahun mengelilingi Indonesia, memperkenalkan kepada saya besarnya Indonesia. Dan 17.000 pulau yang berjajar dari Sabang Merauke memang ada terlihat dalam perjalanan saya. Mungkin mengherankan, namun demikian kenyataan besarnya bangsa Indonesia ini. Fakta lain yang sekarang mengedepan adalah Indonesia memiliki desa yang berjumlah 74.957 desa, dan sejak era Jokowi memimpin Indonesia, Jokowi membangun dimulai dari pinggiran dan desa. Jokowi mengucurkan dana desa yang disalurkan untuk membangun desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Dana desa dialokasikan dari APBN dan dikirimkan ke kas daerah untuk disampaikan ke desa. Peruntukannya berbeda-beda sesuai kebutuhan desa, namun pemerintah mendorong untuk pembangunan infrastruktur ekonomi seperti jalan, irigasi, dan lain-lain. Juga untuk infrastruktur dasar seperti poliklinik desa, pos yandu, dan lain sebagainya.

Jumlah dana desa yang sudah disalurkan selama tahun 2015 hingga 2018 menurut kemendes berjumlah Rp. 87,68 triliun dengan alokasi yang meningkat setiap tahunnya. Tahun 2015 alokasi dana desa sebesar Rp.20,7 triliun, meningkat menjadi Rp. 46,98 triliun pada tahun 2016, Rp. 60 triliun untuk tahun 2017, dan jumlah yang sama pada tahun 2018. Sedangkan tahun 2019 dana desa dianggarkan Rp. 70 triliun sehingga total dana desa mencapai Rp. 257 triliun hingga 2019. Presiden Jokowi berjanji terus meningkatkannya di tahun-tahun mendatang untuk membawa kemajuan bagi desa.

Jumlah alokasi dana yang besar ini tentulah mencerminkan keberpihakan pemerintah yang optimal kepada masyarakat desa. Salah satu hasil yang nyata dinikmati masyarakat desa adalah adanya jalan desa, pada tahun 2015 dibangun jalan sepanjang 30.787 kilometer, tahun 2016 sepanjang 60.762 kilometer, tahun 2017 sepanjang 61.793 kilometer, tahun 2018 sepanjang 38.259 kilometer, sehingga total jalan desa yang sudah dibangun mencapai 191.600 kilometer.

Angka tersebut menurut Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo belumlah terlalu besar. Sekalipun ada pihak yang meragukan angka tersebut karena panjangnya 4 kali keliling bumi, namun bila dibagi dengan jumlah desa di Indonesia, maka panjang jalan yang dibangun untuk desa masih sepanjang 2,5 kilometer jauhnya. Angka ini tentunya masih memerlukan alokasi dana yang lebih besar untuk mempercepat pembangunan desa.

Menurut Kepala Bappenas, Bambang Brodjo, dana desa membuat angka kemiskinan yang menurun, dimulai awal Maret 2015 sebesar 14,21 persen menurun menjadi 13,2 persen pada Mar 2018. Jumlah desa yang naik kelas juga terjadi dari desa tertinggal menjadi desa berkembang dan desa berkembang menjadi desa mandiri, jumlahnya meningkat.

Saya hadir dalam dialog yang dilakukan Presiden dengan beberapa Kepala Desa, kelihatan sekali bahwa mereka merasakan manfaat dari adanya dana desa ini. Bahkan seorang kepala desa dari Manggarai Barat yang menghadapi masalah air sudah merasakan manfaat dana desa melalui pembangunan saluran Irigasi ke penampungan.

Paradigma mulai bergeser, sejak dana desa dialokasikan, desa dilihat sebagai potensi ekonomi yang besar untuk menjadi pilar ekonomi nasional. Desa tidak lagi dilihat sebagai pelengkap geografis Indonesia namun sekarang diberdayakan, pelaku-pelaku ekonomi mulai melirik ke desa, dan industri kreatif juga mulai bertumbuh di desa-desa. Majulah Indonesiaku!

About Fadjar Dewanto

Partner in Business Advisory Vibiz Consulting, Advisor LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah) who is active as editor and a columnist on Vibiz Media Network and especially on Leadership update.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.