Menteri PPN: Sektor Manufaktur Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

(Beritadaerah – Nasional) Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro dalam acara Peluncuran Buku “Policies to Support the Development of Indonesia’s Manufacturing Sector during 2020–2024”, yang merupakan hasil studi bersama ADB dan Kementerian PPN/Bappenas, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Jumat (8/2), mengatakan bahwa sektor manufaktur Indonesia saat ini masih belum banyak mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal ini dikarenakan sektor manufaktur Indonesia belum terdiversifikasi dan masih mengekspor produk dengan variasi yang relatif sedikit. Ekspor utama Indonesia saat ini juga masih didominasi oleh komoditas mentah non olahan dan barang-barang manufaktur sederhana, yang belum memberikan value added tinggi. Berbeda dengan jenis produk ekspor dari negara maju, dimana produknya memiliki kompleksitas yang lebih tinggi, seperti mesin, bahan kimia, ataupun elektronik, sehingga memiliki value yang lebih tinggi.

Meskipun sebagian besar perusahaan Indonesia sudah terhubung dengan rantai nilai global, tetapi sebagian besar eksportir tersebut merupakan pemasok bahan mentah untuk industri di negara lain. Selain itu, proporsi tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara Asia yang berpendapatan tinggi pada puluhan tahun lalu. Sementara itu, sekitar 99 persen dari perusahaan manufaktur di Indonesia berukuran mikro atau kecil.

Pertumbuhan ekonomi tinggi diperlukan sekali oleh Negara kita supaya dapat menjadi negara maju dalam waktu yang tidak terlalu lama .Indonesia juga memerlukan diversifikasi ekonomi dan pertumbuhan sektor manufaktur yang lebih cepat.

“Dalam waktu lima belas tahun ke depan, Indonesia bertekad untuk menjadi negara berpendapatan tinggi. Namun, hasil studi ADB-Bappenas menunjukkan struktur perekonomian yang masih berbasis komoditas serta manufaktur dan jasa berteknologi rendah akan menyulitkan Indonesia untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Untuk itu, pemerintah harus mendorong industrialisasi agar pertumbuhan Indonesia lebih tinggi dalam jangka menengah dan panjang,” jelas Menteri  Bambang Brodjonegoro.

Hasil studi yang dilakukan tim ADB-Bappenas ini menganalisis prospek pertumbuhan Indonesia selama 2020–2024, khususnya bagaimana ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 7-8% di masa mendatang. Lebih lanjut, dibahas pentingnya upaya diversifikasi dan meningkatkan sektor manufaktur, termasuk agar pemerintah dapat mendorong kebijakan industri yang lebih modern, serta peranan penting dari kebijakan fiskal dan moneter dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Pemerintah Indonesia pwerlu mendorong pengembangan industri manufaktur dengan kompleksitas dan nilai tambah yang lebih tinggi. Selain itu, penting juga meningkatkan produktivitas, mendukung diversifikasi produk, menciptakan keterkaitan nilai tambah yang lebih kuat antara perusahaan besar dengan UKM, dan juga perusahaan domestik dengan pasar internasional.

Penasihat di Departemen Penelitian Ekonomi dan Kerja Sama Regional ADB, Jesus Felipe menjelaskan:“Pemerintah dapat berperan penting dalam proses revitalisasi sektor manufaktur melalui kerja sama dan koordinasi yang lebih efektif. Pemerintah perlu memulai dialog dengan sektor swasta agar dapat bersama-sama mengidentifikasi dan mengatasi hambatan terhadap pembangunan sektor manufaktur modern. Pemerintah dan sektor swasta harus bekerja sama dalam mendorong inovasi produk yang lebih bervariasidengan konten teknologi yang lebih tinggi”.

Hasil studi ADB-Bappenas ini juga menekankan transformasi ekonomi Indonesia perlu menjadi prioritas pembangunan jangka menengah 2020–2024.

“Hasil studi ADB-Bappenas ini menjadi landasan yang kokoh bagi para pengambil kebijakan Indonesia agar mulai merencanakan kebijakan yang perlu dilaksanakan guna mendukung pembangunan Indonesia dalam jangka menengah dan panjang. Analisis dan rekomendasi dalam buku ini juga akan menjadi masukan penting bagi agenda pembangunan jangka menengah 2020–2024,” pungkas Menteri Bambang.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.