Menpar Arief Sampaikan Tiga Strategi Percepat Wisata Banyuwangi Go Internasional

(Beritadaerah – Jakarta) Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia maupun di mancanegara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi cukup gencar menyiapkan event pariwisata dalam menarik wisatawan berkunjung ke daerah ini. Menurut data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke kabupaten ini pada tahun 2017 sebanyak 98.970 orang, sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 4,83 juta. Diproyeksikan tahun 2018 kemarin, kunjungan wisman sebanyak 100.000, dan wisnus sekitar 5 juta.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) me-launching Calender of Event Banyuwangi ‘Majestic Banyuwangi Festival 2019’ di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (29/1) malam, Menpar Arief menyampaikan ada tiga strategi yang telah dilakukan pemerintah bersama stakeholder pariwisata untuk mempercepat destinasi Banyuwangi ‘go international’. Yang pertama, memperkuat atraksi budaya, Banyuwangi memiliki atraksi budaya berkelas dunia antara lain Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, International Tour de Banyuwangi Ijen yang masuk dalam 100 Events Wonderful Indonesia.

Kedua, menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai bandara internasional. Sedangkan yang ketiga, Banyuwangi harus menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Dengan menjadi UGG promosi Banyuwangi akan mendunia.

Pemerintah telah menetapkan tiga destinasi di Banyuwangi yakni Taman Nasional Alas Purwo, Gunung Ijen, dan Pantai Pulau Merah sebagai kawasan Geopark Nasional dan telah diusulkan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG). Menpar Arief mengatakan, penetapan Banyuwangi menjadi UGG diperkirakan sekitar tahun 2021, karena tahun lalu Banyuwangi baru saja dikunjungi Sekjen UNESCO Global Geopark, Guy Martini untuk penilaian geopark di sana.

“Kita bisa belajar dari China yang mampu memanfaatkan geopark miliknya untuk menggaet sebanyak 21 juta pengunjung,” kata Arief Yahya.

Sedangkan Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, tahun ini Banyuwangi menyiapkan 99 event unggulan yang dikemas sebagai ‘Majestic Banyuwangi Festival 2019’.

“Majestic Banyuwangi Festival 2019 ini ibarat rangkuman bagi segenap potensi yang ada di Kabupaten Banyuwangi mulai dari seni budaya, kekayaan alam, dan kreativitas masyarakat sekaligus mengukuhkan Banyuwangi sebagai kota festival yang terkenal di Indonesia karena keberhasilannya dalam menyelenggarakan Banyuwangi Ethno Carnival,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas.

Anas juga mengatakan, peluncuran Majestic Banyuwangi Festival 2019 memberi semangat pada masyarakat Banyuwangi untuk melakukan perubahan antara lain lebih ramah, bersih, dan sejahtera.

Tahun 2012, Banyuwangi baru memiliki 12 event, tahun 2018 lalu melonjak 75 event, dan tahun ini menjadi 99 event. Semua event ini melibatkan seluruh potensi masyarakat Banyuwangi.

Source : Kemenpar

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.