Muslimat Nahdlatul Ulama (NU)akan menggelar rangkaian kegiatan hari lahir (harlah) ke-73. (Photo: Fajar AD/ BD)

Doa Ibu Bagi Bangsa Indonesia

(Beritadaerah-Kolom) Pagi itu di Jakarta ada sesuatu yang berbeda, sejak pukul enam pagi Gelora Bung Karno dimulai sholawatan, yang diiringi dengan musik teduh dan tarian sufi oleh 999 orang lebih dari seluruh Indonesia. Senandung ini menjadi sebuah seruan kepada Sang Pencipta untuk keselamatan bangsa Indonesia. Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengadakan rangkaian kegiatan hari lahir (harlah) ke-73, yang salah satunya adalah doa bersama untuk keselamatan Indonesia.

Muslimat Nahdlatul Ulama (NU)akan menggelar rangkaian kegiatan hari lahir (harlah) ke-73. (Photo: Fajar AD/ BD)

Senandung sholawatan diisi dengan kata-kata yang menguatkan dari pemimpin acara “Allah akan membantu kita, Allah akan menolong kita.” Menjadi sebuah tangisan dari seluruh muslimat yang hadir. Acara dilanjutkan dengan nyanyian perenungan yang berjudul Kramat , yang liriknya bercerita tentang nyanyian rasa sayang pada ibu. “Hai manusia, hormati ibumu Yang melahirkan dan membesarkanmu.”Nampak para wanita yang berhijab dengan warna hijau berpadu dengan pakaian hijau, bernyanyi dengan sungguh-sungguh tentang hormat pada ibu.

 

Mendung dilangit pagi ini (Minggu 27/01/2019) tidak menyurutkan semangat ratusan ribu ibu-ibu dari berbagai daerah untuk datang berdoa kepada Tuhan bagi keselamatan bangsa. Mereka mengibarkan bendera merah putih untuk menunjukkan cinta pada Tanah Air Indonesia. Saat secara bersama-sama mereka menyanyikan lagu Indonesia Tanah Air Beta.

 

Sebuah semangat yang menyentuh hati dinaikkan pada pagi hari di Gelora Bung Karno. Mereka mengangkat nyanyian kebangsaan Indonesia Tanah Air Beta, sebagai ungkapan rasa cinta pada Tanah Air. Acara Harlah ini sudah diisi dengan sembahyang tahajud dan dengan setia para muslimat melaksanakan ibadah mereka. Sekalipun hujan deras mengguyur akan seluruh kota Jakarta pagi itu, Mereka muslimat NU tidaklah menyerah namun terus mengangkat hati kepada Sang Pencipta dengan setia.

 

Saya memandang seratus ribu lebih ibu-ibu yang sederhana, tetap dengan setia bersholawat. Menyatu dalam hati yang sama-sama meminta untuk Indonesia tetap bersatu sekalipun berbeda-beda. Harapan timbul dihati saya, biarlah para muslimat ini menjadi magnet yang menyatukan negri. Perjuangan untuk bangsa nampak terlihat pada wajah para ibu dari Sumatra hingga Papua ini, semangat untuk tetap terikat sebagai sebuah bangsa, bangsa Indonesia.

 

Seorang ibu nampak membuka payungnya saat tiba-tiba hujan deras kembali mengguyur Gelora Bung Karno. Tapi tetaplah dia bersholawat tanpa beranjak dari tempatnya, memang satu hal yang mereka harapkan adalah kembali bersama melawan segala fitnah, hoaks dan juga segala bentuk hidup yang jauh dari toleransi. Doa para muslimat NU yang telah menempuh perjalanan jauh dari seluruh Indonesia ini, akan menjadi gema yang kuat di seluruh bangsa. Berada dekat dengan mereka yang saya rasakan adalah seperti bersama dengan keluarga saya sendiri, ada rasa aman, rasa persatuan dan keyakinan bahwa bersama dapat kita lalui segala permasalahan bangsa yang sedang terjadi.

About Fadjar Dewanto

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.