(Beritadaerah-Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan dalam kerangka Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Pada periode 2015-2018, Kementerian PUPR telah melakukan penanganan seluas 13.556 Ha dan pada tahun 2019 ditargetkan akan ditangani seluas 2.564 Ha dengan anggaran Rp. 318,3 miliar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program kotaku merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR mendorong dan memberdayakan Pemerintah Daerah terkait dan partisipasi masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya. “Kalau Pemerintah Daerah tidak bergerak dan masyarakat tidak terlibat aktif, maka program tidak akan berjalan. Bahkan kawasan yang sudah ditata akan kembali kumuh,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Program Kotaku merupakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mendukung program 100-0-100 yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Salah satu program Kotaku dilaksanakan di Kelurahan Rawa Makmur, Provinsi Bengkulu berupa pembangunan saluran drainase untuk mengatasi banjir yang kerap melanda permukiman warga dengan anggaran sebesar Rp 500 juta.

Alimudin, salah satu warga yang tinggal di Kelurahan Rawa Makmur mengatakan dulunya jika terjadi hujan dengan intensitas sedang selama dua jam maka lingkungan sekitar kelurahan tersebut akan tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

“Setiap musim hujan tiba, kami pasti was-was. Dua jam saja hujan turun tanpa berhenti rumah kami pasti kebajiran setinggi lutut. Namun setelah dibangunnya drainase tersebut, warga tidak kebanjiran lagi ketika hujan turun. Lingkungan kami juga lebih tertata, karena sebagian drainase dibangun tertutup, sehingga anak-anak kami dapat dengan aman dan nyaman bermain di atasnya” ungkap Alimudin.

Tahun 2018, Program Kotaku di Provinsi Bengkulu dilakukan di tujuh lokasi yakni Kelurahan Kota Medan di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kelurahan Pasar Tengah, Air Putih Baru dan Karang Anyar di Kabupaten Rejang Lebong, dan Kelurahan Sumber Jaya, Pintu Batu dan Rawa Makmur di Kota Bengkulu dengan anggaran sebesar Rp 5,35 miliar.

Secara nasional dalam waktu 4 tahun (2015-2018), penataan kawasan kumuh sudah dilakukan di 3.693 Kelurahan dengan anggaran Rp 1,91 triliun. Tahun 2019, program Kotaku dilanjutkan di 1.316 kelurahan dengan anggaran Rp 1,3 triliun.

Source : pupr

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.