(Beritadaerah – Nasional) Sebagai kawasan Free Trade Zone, Batam, Bintan, Tanjung Pinang, dan Karimun yang berdekatan dengan jalur perdagangan utama Selat Malaka memiliki potensi investasi yang sesungguhnya signifikan. Sebagai upaya menggali potensi di kawasan ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pun menginisiasi pertemuan dengan para investor untuk mempresentasikan potensi wilayah di Zona Perdagangan Bebas tersebut.

“Pemerintah terus berupaya mempertahankan kondisi makroekonomi sehingga Indonesia layak untuk investasi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memberikan sambutan dalam acara “The Batam, Bintan, Tanjungpinang, and Karimun Inaugural Investment Summit and Gala Dinner”, Jumat (16/11), di Jakarta.

Darmin menerangkan, pada kuartal ketiga tahun 2018, ekonomi Indonesia telah tumbuh sebesar 5,17%, lebih tinggi dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu 5,06%. Pemerintah juga telah berhasil menekan laju inflasi menjadi 3,16% pada bulan Oktober 2018. Saat ini inflasi pun terkendali dalam kisaran target 3,5 ± 1 persen.

Dunia pun mengakui kemajuan tersebut, tercermin pada peringkat Indeks Daya Saing Global Indonesia yang meningkat dari peringkat 41 pada tahun 2016 menjadi peringkat 36 pada tahun 2017.

Selain itu, pemerintah juga berhasil membawa Republik ini menerima peringkat layak investasi (Investment Grade) dari keempat lembaga pemeringkat utama, yakni Standart & Poor’s, Moody’s, R&I, dan Fitch. “Prestasi seperti ini adalah yang pertama kalinya (diraih), sejak krisis keuangan melanda Asia pada 1990-an,” lanjut Darmin.

Pemerintah pun terus membuat terobosan kebijakan untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Mulai dari sistem Online Single Submission (OSS) yang dirancang untuk menyederhanakan izin usaha, hingga yang terbaru dengan meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI.

Paket kebijakan terbaru ini menyasar 3 (tiga) kebijakan utama yaitu Perluasan Tax Holiday, Peningkatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) hasil Sumber Daya Alam (SDA), Relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Terlebih lagi secara khusus bagi FTZ, pemerintah telah menyediakan berbagai insentif perpajakan. Dengan insentif ini, Batam, Bintan, Tanjung Pinang, and Karimun Free Trade Zones (BBK FTZs) secara konsisten berhasil menumbuhkan investasinya. Pada 2017, investasi tahunan di BBK FTZs tercatat di angka USD1,12 miliar, atau tumbuh sebesar 111% dibandingkan dengan hasil 2016.

“Untuk makin meningkatkan daya tarik investasi, pemerintah tentunya juga mendengarkan dan mengakomodir masukan dari sektor swasta, seperti yang kita lakukan saat ini,” pungkas Darmin.

Agustinus/Journalist/BD
Editor : Panda
Source : ekon

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.