(Beritadaerah – Nasional) Satu hal yang memprihatinkan bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia setelah China. Untuk itu pemerintah Indonesia berkomitmen akan mengurangi 70 persen sampah plastik di laut sampai pada 2025.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Dr. Suseno Sukoyono di saat media briefing di Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Minggu (28/10), mengatakan bahwa, yang harus dilakukan dalam mengurangi sampah plastik pertama adalah membangun awernes kepedulian masyarakat terhadap sampah plastik, selama ini masyarakat menganggap remeh masalah sampah plastik tetapi dampaknya sangat luas. Kedua, harus ada aturan yang melarang penggunaan plastik atau mengurangi penggunaan plastik,

Saat ini sudah ada beberapa daerah yang sudah melakukan pelarangan penggunaan plastik baik ditingkat bupati/Walikota maupun ditingkat Gubernur. Di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri sudah melakukan seperti di Pemerintah Daerah Kabupaten Badung yang sudah mempunyai aturan terkait penggunaan plastik.

Di KKP ada aturan apabila membawa minuman dalam kemasan plastik di lingkungan Kantor KKP akan dikenakan denda Rp500 ribu. Ini semua dilakukan untuk membangun awereness.

Suseno membeberkan betapa perlu untuk kerjasama dengan negara lain. Soal sampah plastik perlu kajian mendalam: apakah benar sampah tersebut melulu berasal dari Indonesia? Seperti diketahui letak geografis Indonesia berada di antara dua samudera – Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. ”Ini perlu ada metodologi yang dapat melakukan pelacakan atau tracking terhadap asal muasal sampah plastik,” katanya lagi.

Namun begitu, tambahnya lagi, “Indonesia tetap melaksanakan komitmen untuk mengurangi sampah plastik di laut.”

 

Nanie/Journalist/BD
Editor : Nanie
Source: Kominfo

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.