Industri Otomotif Indonesia Masuk Skala Global, Kedepannya Pemerintah Targetkan 20% dari Kendaraan Listrik

(Berita Daerah – Jakarta) Menghadapi perkembangan industri global sekarang ini, harapan pemerintah industri otomotif national berperan aktif meningkatkan ekonomi nasional.

Di sektor perindustrian, saat ini otomotif sudah masuk skala global. Mulai dari rantai produksi, ekonomi dan brandingnya global. Untuk itu kita harus memperhatikan dan cermati perkembangan dunia otomotif di global, ungkap Presiden Jokowi dalam pembukaan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Kamis (2/8).

Perkembangan industri otomotif global lambat laun akan tiba di Indonesia. Saat ini negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sudah memulai tren otomotif ramah lingkungan.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga sampaikan Indonesia berada dalam roadmap kendaraan ramah lingkungan dan menargetkan 20% kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan.

Termasuk juga komitmen penggunaan bahan bakar B20 dimana industri sudah siap yang pasti bila industri siap maka sektor lain pasti akan mengikuti, jelas Airlangga.

Airlangga menyatakan penerapan ambang batas Euro IV dari Euro II juga penting. Selama ini industri memproduksi dua jenis mesin yakni Euro II dan Euro IV untuk ekspor.

Deklarasi Euro IV membuat efisiensi industri untuk dalam negeri dan pasar global. Kita targetkan ekspor meningkat meski saat ini masalah Vietnam masih sedikit mengganggu, ungkap Airlangga.

Tiga tantangan industri di masa mendatang bagi industri otomotif pertama adalah disrupsi teknologi seperti perkembangan kendaraan otonom. Kendaraan otonom mulai berkembang dan digunakan di negara maju seperti di Silicon Valley dan Los Angeles, Amerika Serikat.

Penggunaan kendaraan otonom di Silicon Valley sebagai kargo, pengantar barang. Kendaraan otonom bahkan juga mulai digunakan sebagai shuttle lingkungan kampus di Los Angeles.

Tantangan disrupsi teknologi adalah aplikasi transportasi daring yang bisa membuat generasi muda Indonesia lainnya tak lagi semangat belajar mengendarai bahkan mengurungkan niat membeli kendaraan.

Kedua, perjalanan industri otomotif dengan perkembangan ekonomi. Jokowi mencontohkan perlambatan industri otomotif di Tiongkok akibat perlambatan ekonomi dan perang dagang dengan Amerika Serikat.

Penjualan otomotif di Amerika Serikat menjadi salah satu yang tertinggi dan diprediksikan bakal merosot dalam tahun-tahun mendatang.

Ketiga adalah tantangan perkembangan mobil listrik global. Jokowi menegaskan beberapa negara seperti Perancis dan Inggris bahkan bakal resmi melarang penjualan mobil non-listrik mulai 2040.

Hal ini disambut baik Tiongkok dengan menyatakan bakal siap menjadi terdepan serta pasar terbesar di dunia untuk mobil listrik.

Sebagai pasar yang besar, industri otomotif di Indonesia harus tetap optimis dan dukungan pemerintah yang sangat baik disektor tersebut.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus
Image : Vibizmedia|Rully

About Agustinus Purba

Agustinus Purba is an Editor of beritadaerah.co.id and Partner in Business Advisory Services of Vibiz Consulting. He also working as Trainer at LEPMIDA. Moreover, he also experienced as Content Creator at marketing field through social media.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.